Senin, 16 Agustus 2010

MENGGAPAI RIDHO ALLAH MELALUI RIDHO SUAMI

Temen2 akhwat (wanita) pastinya tau.. Ciri-ciri dari calon bidadari syurga yang ke dua adalah istri yang selalu menyenangkan hati suaminya, karena istri yang sholehah tidak akan pernah menyusahkan suaminya, selalu berusaha untuk menghilangkan kesusahan suami dan ikut serta membantu menyelesaikan masalah yang sedang di hadapi. Nah ini yang sekarang jarang dijumpai dikalangan ibu atau istri - istri jaman sekarang.

Wanita Sholihah tidak akan membiarkan sang suami melayani dirinya sendiri, sementara ia sendiri duduk berpangku tangan menyaksikan apa yang dilakukan oleh suaminya. Wanita Sholihah akan merasa enggan bila sang suami sampai tersibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan rumah, seperti memasak, merapikan tempat tidur, mencuci, dan sebagainya, sementara ia masih mampu untuk menanganinya. Sehingga tidak mengherankan bila kita mendapati seorang istri shalihah menyibukkan diri melalui hari-harinya dengan memberikan pelayanan terhadap suaminya, mulai dari menyiapkan tempat tidurnya, makan dan minumnya, pakaiannya, dan kebutuhan suami lainnya. Semua dilakukan dengan penuh keikhlasan, kerelaan dan kelapangan hati disertai niat beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan sungguh ini merupakan bentuk perbuatan ihsannya seorang wanita sholihah kepada sang suami, yang diharapkan darinya ia akan memperoleh kebaikan.

Mendapatkan istri shalehah adalah idaman setiap lelaki. Karena memiliki istri yang shalehah lebih baik dari dunia beserta isinya. ”Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri shalehah.” ( HR Muslim dan Ibnu Majah ).
Di antara ciri istri shalehah adalah, pertama, melegakan hati suami bila dilihat. Rasulullah bersabda, ”Bagi seorang mukmin laki-laki, sesudah takwa kepada Allah SWT, maka tidak ada sesuatu yang paling berguna bagi dirinya, selain istri yang shalehah. Yaitu, taat bila diperintah, melegakan bila dilihat, ridha bila diberi yang sedikit, dan menjaga kehormatan diri dan suaminya, ketika suaminya pergi.” (HR Ibnu Majah).

Kedua, amanah. Rasulullah bersabda, ”Ada tiga macam keberuntungan (bagi seorang lelaki), yaitu: pertama, mempunyai istri yang shalehah, kalau kamu lihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan dirinya dan hartamu …” (HR Hakim).

Ketiga, istri shalehah mampu memberikan suasana teduh dan ketenangan berpikir dan berperasaan bagi suaminya. Allah SWT berfirman, ”Di antara tanda kekuasaan-Nya, yaitu Dia menciptakan pasangan untuk diri kamu dari jenis kamu sendiri, agar kamu dapat memperoleh ketenangan bersamanya. Sungguh di dalam hati yang demikian itu merupakan tanda-tanda (kekuasaan) Allah bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar Rum [30] : 21).

Beruntunglah bagi setiap lelaki yang memiliki istri shalehah, sebab ia bisa membantu memelihara akidah dan ibadah suaminya. Rasulullah bersabda, ”Barangsiapa diberi istri yang shalehah, sesungguhnya ia telah diberi pertolongan (untuk) meraih separuh agamanya. Kemudian hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara separuh lainnya.” (HR Thabrani dan Hakim).

Namun, istri shalehah hadir untuk mendampingi suami yang juga shaleh. Kita, para suami, tidak bisa menuntut istri menjadi ‘yang terbaik’, sementara kita sendiri berlaku tidak baik. Mari memperbaiki diri untuk menjadi imam ideal bagi keluarga kita masing-masing.

Referensi :
http://agama.kompasiana.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar